23 Apr 2026
Edu

Penulis: Hanum Cahyaningrum
Bagi Siti Nurjanah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai, memetakan mutu pendidikan di wilayah yang luas bukanlah perkara mudah. Dahulu, menentukan kebijakan seringkali terasa sulit karena keterbatasan data yang mendalam. Namun, kehadiran Rapor Pendidikan membawa perubahan signifikan dalam cara pemerintah daerah bekerja.
“Rapor Pendidikan sangat membantu kami dalam penentuan kebijakan,” ungkap Siti Nurjanah. Bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai, data literasi dan numerasi kini bukan sekadar angka, melainkan instrumen yang bisa dibedah hingga ke tingkat akar rumput. “Kami bisa menampilkan capaian SPM (Standar Pelayanan Minimal) lebih rinci per kecamatan, sehingga kami bisa memetakan mutu di setiap kecamatan, mana yang harus kami tingkatkan lagi secara berkelanjutan.”
Cerita perubahan ini juga dirasakan oleh Ahmad Paesal dari SDN 1 Sangkawana. Ia merasa platform ini memangkas kebingungan administratif bagi kepala sekolah. “Rapor Pendidikan itu mudah dipahami karena sudah jelas. Sudah ada petunjuk bagian yang harus dibenahi, jadi kita ikuti saja, sudah bagus. Nanti tinggal disesuaikan lewat kegiatan BOS Reguler melalui rekomendasi-rekomendasi yang muncul,” tuturnya.
Apa Itu Rapor Pendidikan?
Rapor Pendidikan adalah platform yang menyajikan data hasil evaluasi sistem pendidikan. Data tersebut dihimpun dari berbagai instrumen, survei, dan sistem pendidikan yang ada. Kehadiran platform ini bertujuan untuk membantu sekolah (K-12) dan pemerintah daerah dalam menerapkan siklus Identifikasi, Refleksi, dan Benahi (IRB) terhadap tantangan yang ada di satuan pendidikan.
Hingga saat ini, pemanfaatan Rapor Pendidikan telah menjangkau hampir seluruh pelosok negeri dan menjadi rujukan utama bagi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, hingga publik luas.

Pemerintah Daerah: Telah diakses oleh 8 Provinsi (100%) dan 513 Kabupaten/Kota (99,8%)
Satuan Pendidikan: Sekitar 339 ribu sekolah telah aktif masuk dan mempelajari potret mutu mereka.
Akses Publik: Sekitar 47 ribu pengguna telah mengunduh Rapor Publik sebagai bagian dari transparansi informasi pendidikan.
Penyempurnaan Berkelanjutan di Tahun 2026
Menginjak tahun 2026, denyut transformasi pendidikan kian terasa nyata melalui pemutakhiran mendalam. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) resmi memperbarui Rapor Pendidikan dengan Data Capaian Mutu Layanan Pendidikan Tahun 2025.
Kepala BSKAP, Toni Toharudin, menekankan bahwa pembaruan ini bertujuan memperkuat pengambilan keputusan berbasis bukti. “Data ini memberikan gambaran yang lebih presisi mengenai posisi capaian setiap satuan pendidikan dan daerah. Rapor Pendidikan adalah instrumen refleksi internal untuk mengenali kekuatan sekaligus area yang perlu diperbaiki secara sistematis,” jelasnya.
Pada pembaruan tahun ini, terdapat tiga indikator mutu baru yang diperkenalkan:
7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat: Fokus pada penguatan karakter murid.
Ketersediaan Buku Pendidikan: Memastikan kecukupan sumber belajar di sekolah.
Kesiapsiagaan Bencana dan Perubahan Iklim: Memastikan keamanan lingkungan belajar terhadap risiko eksternal.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menambahkan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman serta mampu menumbuhkan karakter positif.
Di Balik Teknologi: Membangun Platform Data Terintegrasi

Membangun platform data terintegrasi berskala nasional bukanlah perkara mudah. Di balik antarmuka yang sederhana, tim pengembang mengolah lebih dari 200 indikator untuk memastikan platform tetap berpusat pada kebutuhan pengguna (user-centric).
Tim Produk Rapor Pendidikan mengungkapkan bahwa misi utama di balik layar bukan sekadar mengolah angka, melainkan menciptakan alat yang bermakna.
“Bagi kami, tantangan terbesar bukan pada jumlah indikator, melainkan bagaimana setiap data bisa benar-benar ‘berbicara’ kepada Satuan Pendidikan, Pemerintah Daerah, maupun Publik. Rapor Pendidikan dirancang khususnya agar Satuan Pendidikan dapat dengan mudah mengidentifikasi apa yang perlu diperbaiki, merefleksikan akar masalahnya, dan bergerak melakukan pembenahan,” ungkap Carolus Andro Nugroho, tim pengembang Teknologi Pendidikan.
Melalui pembaruan yang berkelanjutan setiap tahun, tim berupaya memastikan data yang dihadirkan semakin tajam dan relevan dengan kondisi nyata di lapangan. Integrasi data yang kompleks ini pun menyederhanakan proses evaluasi yang sebelumnya rumit dan manual menjadi satu pintu yang praktis. Hasilnya, satuan pendidikan dan pemerintah daerah kini dapat mengidentifikasi capaian mereka dengan lebih cepat, melakukan refleksi yang mendalam, hingga membenahi mutu pembelajaran secara efektif.
Panduan Akses Rapor Pendidikan
Bapak dan ibu pendidik serta pengelola kebijakan dapat mengakses Rapor Pendidikan melalui kanal-kanal berikut:
Melalui Rumah Pendidikan (Rumdik):
Rapor Satuan Pendidikan (Fitur di dalam “Ruang Sekolah”):
Kunjungi rumahpendidikan.go.id
Klik “Ruang Sekolah”
Pilih “Rapor Satuan Pendidikan”
Rapor Pendidikan Daerah (Fitur di dalam “Ruang Pemerintah”):
Kunjungi rumahpendidikan.go.id
Klik “Ruang Pemerintah”
Pilih “Rapor Pendidikan Daerah”
Rapor Pendidikan Indonesia: Klik tombol “Lihat Rapor Pendidikan Indonesia” pada laman utama Rumah Pendidikan.
Anda juga tetap dapat mengakses Rapor Pendidikan secara langsung melalui domain: raporpendidikan.kemendikdasmen.go.id
Dengan memanfaatkan Rapor Pendidikan, setiap langkah perbaikan yang kita ambil menjadi lebih terukur demi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih baik.
