21 Agu 2025
Edu
Hingga tahun 2024, dari hampir 3 juta guru di Indonesia, masih ada 1,6 juta guru yang belum tersertifikasi. Proses lama yang sebelumnya dilakukan secara luring memakan waktu hingga satu semester. Itupun masih terkendala kapasitas sekitar 100.000 guru per tahun. Akibatnya, banyak daerah mengalami kekurangan guru bersertifikat, tidak sebanding dengan jumlah guru yang pensiun setiap tahunnya. Hal ini berdampak langsung pada kualitas layanan pendidikan bagi murid.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Bagi Guru Tertentu, yang menyasar guru-guru dalam jabatan di sekolah formal. Program ini tidak hanya menjadi solusi teknis untuk mempercepat sertifikasi, tetapi juga dirancang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.
Melalui program ini, guru yang menyelesaikan seluruh tahapan akan memperoleh sertifikat resmi sebagai pendidik. Misi besar PPG Bagi Guru Tertentu tercermin dalam empat tujuan utama:


Peran Ruang GTK dalam Tahap Belajar Mandiri
Ruang GTK yang pengembangannya didukung penuh oleh INA Digital Edu, berperan penting dalam mendukung tahap Belajar Mandiri program PPG Bagi Guru Tertentu, yang dilaksanakan secara daring bagi peserta terpilih di setiap gelombang. Alur prosesnya meliputi:

Dalam tahap pembelajaran mandiri di Ruang GTK ini, peserta dapat mengakses modul, mengikuti tes, dan menyusun jurnal pembelajaran secara fleksibel dari mana saja.
Solusi Skala Besar untuk Percepatan Sertifikasi
Pelaksanaan PPG Bagi Guru Tertentu melalui Ruang GTK menghadirkan inovasi pada empat aspek utama:

Program ini membawa harapan baru bagi jutaan guru yang selama ini menanti sertifikasi pendidik. Dengan memanfaatkan teknologi pembelajaran daring, Ruang GTK membantu mewujudkan guru dan tenaga kependidikan yang lebih kompeten, profesional, dan sejahtera, sekaligus mendorong transformasi pendidikan yang lebih merata di seluruh Indonesia.
Mimpi jutaan guru untuk mendapatkan sertifikasi pendidik yang sudah lama tertunda, kini dapat terwujud.

